Senin, 22 Agustus 2016
Minggu, 14 Oktober 2012
Pentingkah Hafalan Buat Anak Usia Dini?
Hafalan Buat Anak Usia Dini? Pentingkah?
(Manfaat menghapal kata-kata untuk anak usia dini) Jawaban dari saya pribadi adalah iya, karena tanpa menghapal anak-anak tidak akan bisa mengembangkan ilmunya. Karena kata-kata bagi seorang anak adalah hal yang sangat penting. Semakin banyak kata yang dipahami oleh seorang anak, maka dia akan lebih mudah dalam memahami berbagai mata pelajaran. Misalnya anak tidak tahu / hapal nama binatang “gajah”, maka dia tidak akan tahu gading gajah itu apa, belalai itu apa, manfaat organ-organ tersebut apa, dan lain-lain. Namun bila anak sudah hapal kata “gajah” dan hapal bentuknya seperti apa, tentu akan lebih mudah untuk mengetahui hal-hal yang lain tentang binatang gajah.
Memang benar, bila otak buah hati kita tidak seperti disket, CD, atau memory card, yang bisa digunakan untuk menyimpan apa saja yang kita kehendaki. Perbedaan antara peralatan tersebut dengan otak anak adalah dari proses atau cara menyimpan. Otak seorang anak memang tidak mungkin kita paksakan untuk menghafalkan sesuatu yang berat. Karena otak anak-anak akan bekerja lebih optimal saat mereka menggunakan otak bawah sadar mereka. Jadi alangkah lebih baik, pada saat anak kita menginjak usia di bawah 6 tahun, kita jangan terlalu memaksakan mereka untuk menghafalkan sesuatu. Kita harus mengenal metode tentang bagaimana anak-anak bisa lebih cepat menghafal.
Mengapa pada pelajaran Bahasa asing, kita sering menggunakan media flashcard sebagai media pembelajaran? Tidak lain karena anak-anak merasa senang saat mereka bisa belajar sambil bermain. Mereka juga bisa melihat gambar berwarna secara visual, sehingga mengoptimalkan kerja otak bawah sadar anak. Jangan sampai kita meminta anak usia dini untuk menghafal seperti anak-anak SD tingkat atas, SMP, SMU, dan jenjang pendidikan di atasnya. Karena anak usia dini masih membutuhkan sarana belajar sambil bermain pada saat mereka menuntut ilmu.
Permainan kata (misalnya scrable), buku-buku cerita, dan berbagai permainan lain sebenarnya akan sangat menunjang anak untuk bisa mengenal dan hafal lebih banyak kata. Jangan lupa untuk selalu mendampingi mereka pada saat mereka menggunakan media-media belajar tersebut, supaya mereka lebih terpacu untuk mau belajar lebih banyak kata. Dan karena buah hati anda pasti akan banyak bertanya,”Ayah… gajah itu apa sih? Belalai itu apa? Gunanya apa? Dan pertanyaan-pertanyaan yang lain. Bila bukan kita yang menjawabnya, siapa lagi? Kecuali kalau buah hati anda sudah mengenal Mbah Google…. Hehehehe…
Setiap Anak Belajar Dari Lingkungan Di Mana Ia Tinggal
Setiap Anak Belajar Dari Lingkungan Di Mana Ia Tinggal
“Children Learn What They Live With”
(Dorothy Low Nolte)
Jika anak banyak dicela, ia akan terbiasa menyalahkan
Jika anak banyak dimusuhi, ia akan terbiasa menantang
Jika anak dihantui ketakutan, ia akan terbiasa merasa cemas
Jika anak banyak dikasihani, ia akan terbiasa meratapi nasibnya
Jika anak dikelilingi olok-olok, ia akan terbiasa menjadi pemalu
Jika anak dikitari rasa iri, ia akan terbiasa merasa bersalah.
Jika anak serba dimengerti, ia akan terbiasa menjadi penyabar
Jika anak banyak diberi dorongan, ia akan terbiasa percaya diri
Jika anak banyak dipuji, ia akan terbiasa menghargai
Jika anak diterima oleh lingkungannya, ia akan terbiasa menyayangi
Jika anak diperlakukan dengan jujur, dia akan terbiasa melihat kebenaran
Jika anak ditimang tanpa berat sebelah, ia akan terbiasa melihat keadilan
Jika anak dikerumuni keramahan, ia akan terbiasa berpendirian:
“Sungguh Indah Dunia Ini!”
“Children Learn What They Live With”
(Dorothy Low Nolte)
Jika anak banyak dicela, ia akan terbiasa menyalahkan
Jika anak banyak dimusuhi, ia akan terbiasa menantang
Jika anak dihantui ketakutan, ia akan terbiasa merasa cemas
Jika anak banyak dikasihani, ia akan terbiasa meratapi nasibnya
Jika anak dikelilingi olok-olok, ia akan terbiasa menjadi pemalu
Jika anak dikitari rasa iri, ia akan terbiasa merasa bersalah.
Jika anak serba dimengerti, ia akan terbiasa menjadi penyabar
Jika anak banyak diberi dorongan, ia akan terbiasa percaya diri
Jika anak banyak dipuji, ia akan terbiasa menghargai
Jika anak diterima oleh lingkungannya, ia akan terbiasa menyayangi
Jika anak diperlakukan dengan jujur, dia akan terbiasa melihat kebenaran
Jika anak ditimang tanpa berat sebelah, ia akan terbiasa melihat keadilan
Jika anak dikerumuni keramahan, ia akan terbiasa berpendirian:
“Sungguh Indah Dunia Ini!”
Selasa, 10 April 2012
Wayang Gabus, Media Pembelajaran Berbasis Lingkungan
Pengembangan Media
Pembelajaran Berbasis Lingkungan Untuk Anak Usia Dini
WAYANG
GABUS
Diajukan Untuk Mengikuti Lomba Pengembangan
Media Pembelajaran Berbasis
Lingkungan
Untuk Anak Usia Dini
JAMBORE PAUDNI TAHUN 2011
KABUPATEN SEMARANG
Oleh:
Nama : Aziz
Darmawi
Unit Kerja : Kelompok
Bermain Lestari Candirejo KECAMATAN TUNTANG
KABUPATEN
SEMARANG
HALAMAN JUDUL
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SEMARANG
KATA PENGANTAR
Dalam rangka
menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi,
program pendidikan harus mampu memberikan bekal kepada peserta didik untuk
memiliki daya saing yang tinggi dan tangguh. Hal itu dapat terwujud jika
peserta didik memiliki kreatifitas, kemandirian, kemampuan dasar dan mudah
menyesuaikan diri terhadap perubahan yang terjadi di berbagai bidang kehidupan
masyarakat.
Hal tersebut
dapat terwujud bila tenaga pendidik juga memiliki hal yang sama, maka
diharapkan setiap pendidik selalu meningkatkan kreatifitasnya seiring dengan
perkembangan zaman.
Penulis mengembangan sebuah media pembelajaran berbasis
lingkungan untuk anak usia dini yang berjudul Wayang Gabus adalah
sebagai salah satu upaya peningkatan kreatifitas pendidik dalam hal pengembangan media pembelajaran
terutama bagi pendidik KB, yang kebetulan naskah/buku ini penulis gunakan untuk
mengikuti kegiatan lomba Pengembangan media pembelajaran berbasis
lingkungan untuk anak usia dini JAMBORE PAUDNI TAHUN 2011 di tingkat KABUPATEN SEMARANG
Penulis
menyadari masih banyaknya kekurangan disana-sIni, semoga naskah yang sederhana
ini dapat memberikan inspirasi bagi pendidik PAUD Non Formal untuk
mengembangkan kreatifitasnya dalam Pengembangan media pembelajaran berbasis
lingkungan di masa-masa mendatang.
Tuntang, 06 Mei 2011
Penulis
Aziz
Darmawi
DAFTAR ISI
KEUNGGULAN DAN KEUNIKAN
Keunggulan dan keunikan Wayang
Gabus ini adalah:
1.
Bahan yang mudah didapat, Wayang Gabus ini sebagai pemanfaatan barang
bekas yang sudah tidak terpakai
a.
Wayangnya sendiri terbuat dari gabus bekas kemasan elektronik (televisi,
almari es, magic com, tape recorder, dll)
b.
Pakaian yang dikenakan wayangnya terbuat dari potongan kain perca.
c.
Alat gerak wayangnya terbuat dari sedotan bekas minuman kemasan.
2.
Wayang Gabus ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang memuat
semua bidang pengembangan yang ada di KB, yaitu meliputi:
-
Sikap perilaku
-
Bahasa
-
Kognitif
-
Fisik motorik
-
Seni
3.
Wayang Gabus ini juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang
memuat berbagai tema yang ada di KB, yaitu:
-
Diri Sendiri
-
Lingkunganku
-
Kebutuhanku
-
Rekreasi
-
Pekerjaan
-
Tanah Airku
BAHAN DAN ALAT
Bahan :
-
Gabus bekas
-
Potongan kain perca
-
Isolasi bolak-balik (double tape)
-
Kawat
-
Pensil
-
Cat
Alat :
-
Gunting
-
Pisau cutter
-
Kuas
-
Amplas/ampril
-
Alat bantu lainnya
CARA PEMBUATAN
1. PEMBUATAN WAYANG
- Pilih gabus/styrofoam yang ukurannya sama dengan wayang (obyek) yang akan dibuat.
- Setelah bahan disiapkan, buat sketsa bentuk kepala, badan, tangan dan kaki wayang pada gabus dengan pensil.
- Dengan hati-hati gabus diukir dengan menggunakan pisau/cutter.
- Setelah gabus terbentuk sesuai yang diinginkan, dihaluskan permukaannya dengan amplas
- Untuk memberikan hasil yang lebih baik, diberi pewarna dekoratif sesuai karakkter tokoh wayang yang dibuat.
- Lubangi dengan kawat tubuh bagian bawah sampai tembus kepala dan jadikan ujungnya sebagai penyangga kepalanya.
- Sambungkan tangan dan kaki pada tubuh.
- Sambungkan kepala dengan tubuh.
2. PEMBUATAN KOSTUM
Kostum wayang dapat berupa kain/kertas, dibuat dan divariasi sesuai
kebutuhan dan bahan yang ada. Jika bahan kain bisa dijahit, namun agar lebih
singkat waktu penyelesaiannya bisa juga ditempelkan langsung pada tubuh wayang
dengan menggunakan double tape.
- Diukur ukuran tubuh wayang untuk membuat pola baju dan celana pada kain.
- Kain dipotong sesuai pola.
- Kain ditempelkan pada tubuh wayang.
WAYANG GABUS
BENTUK, FUNGSI DAN CARA MEMAINKAN
A. BENTUK
DAN FUNGSI SECARA UMUM
Bentuk wayang
gabus ini lebih mendekati bentuk boneka wayang orang versi Jawa Tengah yang
dihadirkan dalam model kartun. Model boneka dapat lebih fleksibel dan mudah
dalam menyampaikan pesan dari berbagai aspek. Pemilihan tokoh pada wayang
diharapkan agar anak dapat mengenal budaya lokal khususnya wayang.
Fungsi secara umum adalah:
a.
Melatih daya tangkap
b.
Melatih daya fikir anak
c.
Melatih daya konsentrasi
d.
Membantu perkembangan fantasi anak
e.
Menciptakan suasana menyenangkan
f.
Mendeskripsikan pesan melalui cerita wayang
g.
Pengenalan, pelestarian wayang dan penanaman
nilai-nilai sejak dini yaitu nilai hiburan, seni, pendidikan, ilmu pengetahuan,
kejiwaan, patriotisme dan budi pekerti.
B. CARA
MEMAINKAN
Cara memainkan
wayang gabus ini sama seperti cara memainkan Wayang Tengul versi Jawa Tengah,
atau Wayang Menak versi Jawa Timur, atau Wayang Golek versi Jawa Barat.
1.
Wayang dapat dimainkan dalam suatu panggung mini atau tanpa panggung,
dapat juga diperagakan langsung
2.
Untuk memainkan satu wayang, maka satu tangan (bisa kiri atau kanan)
untuk memegang penyangga utama, tangan yang lain untuk memegang dan memainkan
penyangga tangan wayang.
3.
Untuk memperkaya khazanah budaya dapat diputar musik gamelan sebagai
latar belakang cerita.
FOTO WAYANG GABUS
Minggu, 01 April 2012
PEMBELAJARAN BERORIENTASI PERKEMBANGAN ANAK
STRATEGI
PEMBELAJARAN PAUD
PEMBELAJARAN
BERORIENTASI PERKEMBANGAN ANAK
Dosen Pengampu:
Ulfa Maria,
S.E.
Disusun oleh
Aziz Darmawi
UNIVERSITAS
TERBUKA
PENDIDIKAN ANAK
USIA DINI
2010
Rabu, 15 Februari 2012
Tingkat Pencapaian perkembangan Kelompok Usia 2 s.d. 3 Tahun Berdasarkan permen 58 dan Menu generik
Tingkat Pencapaian perkembangan
Kelompok Usia 2 s.d. 3 Tahun
Berdasarkan permen 58 dan Menu generik
Tingkat
Pencapaian Perkembangan Kelompok Usia 2
– <3 Tahun
Lingkup
Perkembangan
|
Tingkat
Pencapaian Perkembangan 2 – <3
tahun
|
|
Permen 58
|
Menu Generik
|
|
I. Nilai-nilai Agama dan Moral
Merespons hal-hal yang terkait
dengan nilai agama dan moral.
|
1.
Mulai meniru gerakan berdoa/sembahyang sesuai dengan agamanya.
2.
Mulai meniru doa pendek sesuai dengan agamanya.
3.
Mulai memahami kapan mengucapkan salam, terima kasih,
maaf, dsb.
|
1.
Dapat menirukan lagu bernuansa imtaq
2.Dapat
menirukan doa sebelum/ sesudah melakukan
kegiatan
3.Dapat
menirukan gerakan ibadah dengan lebih baik.
4.Dapat
mendengarkan dan merespons cerita
bernuansa imtaq secara baik.
5.Dapat
menirukan/ menyebut kan
nama-nama Tuhan
sesuai kemampuan
6.Dapat
mendengarkan & menirukan syair/pantun imtaq
lebih banyak kata.
7.Dapat
mendengar dan meniru ucapan kata-kata yang
Baik
|
II. Motorik
A.Motorik
Kasar
|
1.
Berjalan sambil berjinjit.
2.
Melompat ke depan dan ke belakang dengan dua kaki.
3.
Melempar
dan menangkap bola.
4. Menari mengikuti irama.
5.
Naik-turun
tangga atau tempat yang lebih tinggi/rendah dengan berpegangan.
|
1. Dapat berdiri dengan ujung jari
kaki sebentar
2. Dapat berdiri dengan satu kaki
sebentar
3.Dapat berjalan mundur, jinjit 3
langkah, berjalan di
garis yang lurus
4.Dapat menuruni tangga sendiri
dengan kedua kaki di
setiap langkah
5.Dapat naik tangga dengan kaki
melangkah bergantian,
sambil berpegangan
6.Dapat turun tangga dengan kaki
melangkah berganti
an sambil tangan berpegangan.
7.Dapat berlari dengan baik,jarang
jatuh.
8.Dapat melompat dengan dua kaki
9.Dapat melompati benda kecil
10.Dapat melompat sebanyak empat
langkah berturut-
turut
11.Dapat melompat dengan satu
kaki/sambil dipegangi
12.Dapat berjalan sambil menendang
bola diam
13.Dapat berdiri dengan kedua kaki
di balok titian tanpa
dipegangi.
14.Dapat melempar bola dengan kedua
tangan dari atas
kepala.
15.Berjalan sambil berjinjit
16.Melompat ke depan dan ke
belakang dengan kedua
kaki
17.Melempar dan menangkap bola
18.Menari mengikuti irama
19.Naik turun tangga atau tempat
yang lebih tinggi dgn
Berpengalaman
|
A.Motorik Halus
|
1.
Meremas kertas atau kain dengan menggerakkan lima jari.
2.
Melipat kertas meskipun belum rapi/lurus.
3.
Menggunting
kertas tanpa pola.
4.
Koordinasi jari tangan cukup baik untuk memegang benda
pipih seperti sikat gigi, sendok.
|
1.Dapat meremas kertas atau kain
dengan menggerak
kan lima jari.
2.Dapat melipat kertas meskipun
belum rapi/lurus.
3.Dapat menggunting kertas tanpa
pola.
4.Dapat mengkoordinasikan jari
tangan cukup baik
untuk
memegang benda pipih seperti sikat gigi, sendok.
5.Dapat menyebut bagian-bagian
suatu gambar seperti
gambar wajah orang, mobil, binatang, dsb.
6.Dapat mengenal bagian-bagian
tubuh (lima
bagian)
7.Dapat menyusun benda berdasarkan
ukuran
8.Dapat memegang dan memutar gagang
pintu untuk
Membuka
9.Dapat membuat menara dengan 8
balok
10.Dapat mencoret-coret kertas
hingga ke luar kertas
11.Dapat memegang pinsil dengan
cara menggenggam
12.Dapat membuka dan menutup
gunting
13.Dapat membuat guntingan kecil
dipinggir kertas
14.Dapat menggunting kertas terus
menerus sepenuh
gunting.
|
I.
Kognitif
A.
Mengenal
pengetahuan umum.
|
1.
Menyebut bagian-bagian suatu gambar seperti gambar
wajah orang, mobil, binatang, dsb.
2.
Mengenal
bagian-bagian tubuh (lima
bagian).
|
1.
Dapat mengenal berbagai bentuk warna, ukuran
permukaan kasar /halus
dan fungsi benda sederhana
2.
Dapat menunjuk dan menyebutkan gambar
sederhana
3.
Tertarik untuk dibacakan cerita
4.
Dapat menunjukkan anggota-anggota tubuhnya
5.
Dapat mengelompokkan warna
6.
Dapat mengerti konsep besar / kecil, sedikit / banyak
7.
Dapat mengerti konsep arah buka/tutup,depan/
belakang
8.
Dapat menyebutkan bagian-bagian suatu gambar se-
perti gambar wajah orang,mobil,
binatang, dsb.
9.
Dapat mengenal bagian-bagian tubuh (lima bagian )
10. Dapat memahami konsep ukuran
(besar-kecil,
panjang-pendek)
11. Dapat mengenal tiga macam
bentuk
(
, , )
12. Dapat mengenal pola
|
B.Mengenal
konsep ukuran, bentuk, dan pola
|
1.
Memahami konsep ukuran (besar-kecil, panjang-pendek).
2.
Mengenal
tiga macam bentuk
(
, , ).
3.
Mulai
mengenal pola.
|
|
IV. Bahasa
A.
Menerima
Bahasa
|
1. Hafal beberapa lagu anak sederhana.
2. Memahami cerita/dongeng sederhana.
3. Memahami
perintah sederhana seperti letakkan mainan di atas meja, ambil mainan dari
dalam kotak.
|
1. Dapat mengatakan aku
2. Dapat mengatakan jika ingin
BAK/BAB
3. Dapat membuat kalimat dengan
tiga kata
4. 50% dari ucapannya sudah jelas
5. Dapat mengguna kan kata ini punyaku
6. Dapat bertanya dengan pertanyaan
sederhana
7.Dapat bertanya dengan pertanyaan
“dimana”,
“mengapa”
8. Dapat menyebut kan nama depan dan nama lengkap
9. Dapat mengerti perintah
sederhana
10.Dapat menunjuk sekitar 10 gambar
yang dikenalnya
11.Dapat menyebutkan sekitar 10
gambar yang dikenal
nya.
|
B.
Mengungkapkan
Bahasa.
|
1.
Menggunakan
kata tanya dengan tepat (apa, siapa, bagaimana, mengapa, dimana).
|
|
V. Sosial-Emosional
Mampu mengendalikan emosi
|
1. Mulai bisa mengungkapkan ketika
ingin buang air kecil dan buang air
besar.
2. Mulai memahami hak orang lain (harus
antri, menunggu giliran).
3. Mulai menunjukkan sikap berbagi,
membantu, bekerja bersama.
4.
Menyatakan perasaan terhadap anak lain (suka dengan
teman karena baik hati, tidak suka karena nakal, dsb.).
5.
Berbagi peran dalam suatu permainan (menjadi dokter,
perawat, pasien penjaga toko atau pembeli).
|
1. Dapat memperhati kan anak lain bermain
dan
mencoba untuk bergabung sebentar
2. Dapat menunjukkan dirinya siapa
3. Dapat mencoba mengerjakan
sesuatu sendiri
4. Dapat melakukan paralel play
5.Dapat mengguna kan boneka untuk bermain pura-
pura
6. Dapat mempersamakan diri nya
dengan anak seusia
yang berjenis kelamin sama
7. Dapat bermain permainan kelompok
yang sederhana
8. Dapat bermain dengan anak lain
dengan pengawasan
orang dewasa
9. Dapat menyadari dan ingin tahu
mengenal perbedaan
jenis kelamin
10.Dapat Menolong membuang sampah
11.Dapat Menunjuk kan kalau ia bisa melakukan
sesuatu sendiri
12.Mau bekerja dengan orang dewasa
lain selama lima
menit
13.Dapat menirukan pekerjaan orang
dewasa
14.Dapat menunjuk kan/memba-las
rasa sayang, cinta
kasih yang diberikan kepadanya melalui belaian/
rangkulan.
|
VI.Seni
|
1. Dapat menggunakan benda-benda sebagai alat musik
2. Dapat bertepuk-tangan dengan variasi
3. Dapat menyanyikan sebagian lagu anak-anak diikuti
gerakan anggota
tubuh
|
|
VII.Ketrampilan Hidup
|
1. Dapat menggunakan garpu untuk makan
2. Dapat makanan dengan sendok tanpa tumpah
3. Dapat melepas berbagai jenis pakaian dgn bantuan
4. Dapat melepas celana atau rok dengan cara menarik
ke bawah
5. Dapat memasukkan tangan ke lengan baju yang
benar dengan
bantuan
6. Dapat menggunakan baju lengan pendek dengan
bukaan depan
7. Dapat menggunakan baju lengan panjang dengan
bukaan depan
8. Dapat mengenakan pakaian yang ditarik ke atas
dengan benar
9. Dapat mengenakan celana pendek dengan bukaan
depan
10.Dapat mengenakan celana panjang dengan bukaan
depan
11.Dapat membuka kancing depan
12.Dapat mengenakan sepatu tanpa tali
13.Mulai bisa mengatakan jika ingin BAK/BAB
14.Dapat mengatakan jika ingin BAK/BAB
15.Dapat menggunakan pispot sendiri
16.Dapat mengontrol BAB/BAB, walau kadang-kadang
terjadi
“kecelakaan”
17. Sudah tidak mengompol sepanjang hari
18. Dapat mengetahui perbedaan antara ingin BAK dan
BAB dan bisa
mengatakan dengan benar
19. Dapat naik ke WC sendiri
20. Dapat menurunkan celana jika ingin ke WC
21. Tidak mengompol di malam hari, jika sebelumnya
sudah “ditatur”
22. Dapat Mengeringkan tangan dengan bantuan
23. Dapat mencuci tangan sendiri tapi perlu bantuan
untuk mengambil
sabunnya
24. Dapat mengeringkan tangan sediri
25. Dapat mengeringkan wajah dengan bantuan
26. Mulai bisa menggosok gigi dengan bantuan
27. Dapat mengelap ingus jika diminta
|
Langganan:
Postingan (Atom)












