Kamis, 30 Maret 2017

JUKNIS GEBYAR PAUD KABUPATEN SEMARANG 2017

PETUNJUK TEKNIS GEBYAR PAUD TINGKAT KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2017


A. PENDAHULUAN
Dalam rangka mencapai pertumbuhan dan perkembangan terhadap Anak Usia Dini, perlu dilejitkan potensi kecerdasannya dengan bermain yang menyenangkan melalui Gebyar PAUD yang diperuntukkan bagi Anak Usia Dini Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-Kanak (TK) se Kabupaten Semarang.
Oleh karena itu agar kegiatan dapat berjalan lancar, semarak dan sukses maka Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Pendidikan, Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga bekerjasama dengan Organisasi Mitra PAUD telah menyusun Petunjuk Teknis Gebyar PAUD tahun 2017.
Selanjutnya kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan sumbangan pemikiran hingga tersusunnya petunjuk teknis Gebyar PAUD ini.
B. DASAR
1.    Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1950 tentang Pembentukan Provinsi Jawa Tengah;
2.    Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
3.    Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
4.    Peraturan Pemerintah Namur 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
5.    Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan;
6.    Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2009 tentang Pembinaan Kesiswaan;
7.    Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar PAUD;
8.    Peraturan Daerah Kab Semarang Nomor 21 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Semarang;
9.    Peraturan Bupati Semarang Nomor 52 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, Tata Kerja. dan Perincian Tugas Perangkat Daerah Kabupaten Semarang.
C. TUJUAN
Petunjuk Teknis ini sebagai acuan dalam penyelenggaraan Gebyar PAUD Tahun 2017.
D. SASARAN
1.    Peserta lomba merupakan peserta didik Kelompok Bermain
2.    Peserta lomba merupakan peserta didik Taman Kanak-Kanak:
E. PELAKSANAAN
Penyelenggaraan Gebyar PAUD Tingkat Kabupaten Semarang Tahun 2017 direncanakan bulan April 2017 di Kecamatan Ambarawa
F. PESERTA
1.    Peserta Gebyar PAUD Tingkat Kabupaten adalah Pemenang Gebyar PAUD Tingkat kecamatan.
2.    Gebyar PAUD diikuti 627 peserta dari 19 Kecamatan Kabupaten Semarang dengan rincian masing-masing kontingen sbb :
Ketua Kontingen    : 1 orang
Koordinator    : 2 orang
Pendamping    : 12 orang
Peserta Festival    : 19 anak


G. JENIS LOMBA
Kelompok Bermain (KB) meliputi :

1. MENGGAMBAR
a.    Peserta
  1. Peserta lomba merupakan peserta didik Kelompok Bermain, TPA dan SPS usia 4-5 tahun per bulan Juli 2017)
  2. Tiap kecamatan mewakilkan 1 (satu orang peserta (putra atau putri)
b.    Alat/Bahan
Alat dan bahan disediakan oleh panitia: Kertas Gambar (ukuran A4.
c.    Teknis Pelaksanaan
  1. Peserta memasuki ruang tertutup yang telah disiapkan oleh panitia dan menempatkan diri sesuai nomor undian.
  2. Peserta menggambar pada kertas gambar yang telah disediakan dari panitia.
  3. Peserta membawa alat menggambar secara mandiri berupa:
  • Spidol
  • Crayon isi 24
  • Pensil dan pensil warna
  • Alas/ Meja Gambar (sesuai kebutuhan)
4.    Peserta menggambar bebas
5.    Waktu menggambar 60 menit.
6.    Peserta memulai kegiatan secara serentak.
7.    Peserta boleh meninggalkan tempat jika sudah selesai walaupun waktunya masih tersisa.
8.    Peserta yang terlambat boleh menyusul namun tidak ada tambahan waktu.
d. Kriteria Penilaian
Kreatifitas dan Tema    40%
Komposisi warna    20%
Keindahan    20%
Kerapian/Kebersihan    10%
Kesesuaian gambar dengan cerita    10%

2. MENYANYI TUNGGAL
a.     Peserta
  1. Peserta lomba merupakan peserta didik Kelompok Bermain, TPA dan SPS usia 4-5 tahun (per bulan Juli 2017)
  2. Tiap kecamatan mewakilkan 1 (satu) peserta (putra atau putri).
b. Alat dan Bahan
Alat dan bahan disediakan oleh panitia :
  1. Iringan music (CD)
  2. Sound System
c. Teknis Pelaksanaan
  1. Peserta menyanyikan 1 (satu) lagu Wajib dan 1 (satu) lagu pilihan (materi lagu terlampir).
  2. Peserta menyanyikan lagu dengan iringan CD yang telah disediakan panitia.
d. Kriteria Penilaian
1. Vokal
2. Teknik :
  • - Pernafasan/frasering
  • - Pemenggalan kata
  • - Ucapan/artikulasi
3. Penampilan
  • - Ekspresi
  • - Kostum
4. Bobot nilai :
  • - Vokal    40%
  • - Teknik    40%
  • - Penampilan    20%

d. Lampiran Lagu :
Lagu Wajib : Bintang Kecil
Lagu Pilihan
  • Sayang Semuanya/ aku sayang ibu
  • Balonku
  • Pelangi
  • Cicak cicak di dinding

3. PUISI
a. Peserta
  1. Peserta lomba merupakan peserta didik Kelompok Bermain, TPA dan SPS usia 4-5 tahun (per bulan Juli 2017):
  2. Tiap kecamatan mewakilkan 1 (satu) peserta (putra atau putri).
b. Alat dan Bahan
Alat dan bahan disediakan oleh panitia  wireless mic
c. Teknis Pelaksanaan
Peserta membawakan 1 (satu) puisi pilihan (materi puisi terlampir).
d. Kriteria Penilaian
1. Teknik : 70%
  • Vokal (kreatifitas vocal, artikulasi. intonasi, volume)
  • Ekspresi/mimic wajah
  • Gerak (bahasa tubuh)
2. Penampilan : 30 %
  • Percaya diri
  • Kewajaran sikap
  • Keserasian kostum
d. Lampiran Puisi
Puisi Pilihan: Ibuku
•    Banjir
•    Bintang
•    Petani (Terlampir)

4. GERAK DAN LAGU
a. Peserta
1.    Peserta lomba merupakan peserta didik Kelompok Bermain, TPA dan SPS usia 4-5 tahun (per bulan Juli 2017)
2.    Peserta tiap Kecamatan sebanyak 1 tim yang terdiri dari 4 (empat) anak (putra, putri atau campuran)
b. Persyaratan
1.    Menyerahkan naskah kepada panitia rangkap 3 pada saat daftar ulang
2.    Peserta membawakan lagu Jawa
3.    Iringan berbentuk CD (instrumen/minus one)
4.    Pada waktu tampil anak ikut menyanyi
c. Teknis Pelaksanaan
1.    Gerak dapat dikembangkan sesuai dengan lirik lagu
2.    Waktu 3–5 menit (terhitung mulai musik berbunyi)
3.    Sekali tampil 1 kelompok
d. Kriteria Penilaian
1. Teknik
    Kreatifitas
    Kesesuaian gerak dengan lirik lagu
    Kekompakan
2. Penampilan
    Kostum alahraga identitas lembaga dengan tambahan aksesoris disesuaikan
    Ekspresi
3. Bobot nilai
    Teknik    60%
    Penampilan    40%

5. LARI MEMINDAHKAN BOLA
a. Peserta
1.    Peserta lomba merupakan peserta didik Kelompok Bermain, TPA dan SPS usia 3-4 tahun (per bulan Juli 2017);
2.    Peserta tiap Kecamatan sebanyak 1 anak (putra atau putri)
b. Alat/ bahan
Alat dan bahan disediakan oleh panitia :
1.    Bola warna (bola plastik untuk mandi bola)
2.    Keranjang plastik
3.    Rafia (untuk lintasan)
c. Teknis Pelaksanaan
1.    Setiap sesi terdiri dari 3-4 lintasan, sehingga dilaksanakan 6 sesi permainan;
2.    Jarak setiap lintasan adalah 7 m, dengan lebar 1 meter
3.    Peserta berlari pada lintasannya dan meng-ambil bola di ujung lintasan lalu meletak-kannya di keranjang yang ada di titik start dengan cara mengambil bola satu persatu;
4.    Durasi pertandingan 2 menit.
d. Kriteria Penilaian
1. Jumlah bola yang dikumpulkan peserta;
2. Ketepatan alur (lintasan)

6. MEMBENTUK DENGAN PLAYDOUGH
a. Peserta
1.    Peserta lomba merupakan peserta didik Kelompok Bermain, TPA dan SPS usia 3-4 tahun (per bulan Juli 2017);
2.    Tiap Kecamatan mewakilkan (satu) orang peserta (putra atau putri).
b. Alat dan Bahan
1.    Playdogh berwarna merah, kuning, hijau dan biru (masing-masing warna 200 gr) disediakan panitia:
2.    Tidak diperkenankan membawa asesoris yang sudah jadi.
3.    Perlengkapan lainnya dibawa peserta secara mandiri;
c. Teknis Pelaksanaan
1)    Peserta memasuki ruang tertutup yang telah disiapkan oleh panitia dan menempatkan diri sesuai nomor undian;
2)    Waktu 30 menit.
3)    Peserta membentuk sesuai playdogh sesuai kreatifitas masing-masing (bebas)
4)    Peserta memulai kegiatan secara serentak.
5)    Peserta boleh meninggalkan tempat jika sudah selesai walaupun waktunya masih tersisa;
6)    Peserta yang terlambat boleh menyusul namun tidak ada tambahan waktu.
d. Kriteria Penilaian
1. Kreatifitas    : 40 %
2. Komposisi warna    : 40 %
3. Kebersihan/kerapian    : 20 %


I. PEMENANG
Juara I    : Rp. 500.000 (limaratus ribu)
Juara II    : Rp. 350.000 (tigaratus limapuluh ribu)
Juara III    : Rp. 200.000 (duaratus ribu)

J. PEMBIAYAAN
Biaya kegiatan Gebyar PAUD Tingkat Kabupaten Semarang Tahun 2017 berasal dari APBD Kabupaten Semarang tahun 2017
K. LAIN-LAIN
1.    Panitia Gebyar PAUD Tingkat Kabupaten Semarang tahun 2017 tidak menyediakan akomodasi bagi Kontingen Kecamatan, panitia hanya menyediakan konsumsi.
2.    Demikian beberapa hal yang dapat kami sampaikan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.



Ungaran, Pebruari 2017
A.N KEPALA DINAS PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN,
KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA KABUPATEN SEMARANG



SUKATON PURTOMO PRIYATNO, SH., MM.
Pembina Tingkat I
NIP. 19640404 199203 1 014

Senin, 22 Agustus 2016

Minggu, 14 Oktober 2012

Pentingkah Hafalan Buat Anak Usia Dini?

Hafalan Buat Anak Usia Dini? Pentingkah? 
(Manfaat menghapal kata-kata untuk anak usia dini)


Jawaban dari saya pribadi adalah iya, karena tanpa menghapal anak-anak tidak akan bisa mengembangkan ilmunya. Karena kata-kata bagi seorang anak adalah hal yang sangat  penting. Semakin banyak kata yang  dipahami oleh seorang anak, maka dia akan lebih mudah dalam memahami berbagai mata pelajaran. Misalnya anak tidak tahu /  hapal nama binatang “gajah”, maka dia tidak akan tahu gading gajah itu apa, belalai itu apa, manfaat organ-organ tersebut  apa, dan lain-lain. Namun bila anak sudah hapal kata “gajah” dan hapal bentuknya seperti apa, tentu akan lebih mudah untuk mengetahui hal-hal yang lain tentang binatang gajah.

Memang benar, bila otak buah hati kita tidak seperti disket, CD, atau memory card, yang bisa digunakan untuk menyimpan apa saja yang kita kehendaki. Perbedaan antara peralatan tersebut dengan otak anak adalah dari proses atau cara menyimpan. Otak seorang anak memang tidak mungkin kita paksakan untuk menghafalkan sesuatu yang berat. Karena otak anak-anak akan bekerja lebih optimal saat mereka menggunakan otak bawah sadar mereka. Jadi alangkah lebih baik, pada saat  anak kita menginjak usia di bawah 6  tahun, kita  jangan terlalu memaksakan mereka untuk menghafalkan sesuatu. Kita harus mengenal metode tentang bagaimana anak-anak bisa lebih cepat menghafal.
   
Mengapa pada pelajaran Bahasa asing, kita  sering  menggunakan media  flashcard sebagai media pembelajaran? Tidak lain karena anak-anak merasa senang  saat mereka bisa belajar sambil bermain. Mereka juga bisa melihat  gambar berwarna secara visual, sehingga mengoptimalkan kerja otak  bawah sadar anak.  Jangan sampai kita meminta anak usia dini untuk menghafal seperti anak-anak SD tingkat  atas, SMP, SMU, dan jenjang pendidikan di atasnya. Karena anak usia dini masih membutuhkan sarana belajar sambil bermain pada saat mereka menuntut ilmu.

Permainan kata (misalnya scrable), buku-buku cerita, dan berbagai permainan lain sebenarnya  akan sangat  menunjang anak untuk bisa mengenal  dan hafal lebih banyak kata. Jangan lupa untuk selalu mendampingi mereka pada saat mereka menggunakan media-media belajar tersebut, supaya mereka lebih terpacu untuk mau belajar lebih banyak kata. Dan karena buah hati anda pasti akan banyak bertanya,”Ayah… gajah itu apa sih? Belalai itu apa? Gunanya apa? Dan pertanyaan-pertanyaan yang lain. Bila bukan kita yang  menjawabnya, siapa lagi? Kecuali  kalau buah hati anda sudah mengenal  Mbah Google…. Hehehehe…

Setiap Anak Belajar Dari Lingkungan Di Mana Ia Tinggal

Setiap Anak Belajar Dari Lingkungan Di Mana Ia Tinggal
“Children Learn What They Live With”
(Dorothy Low Nolte)

Jika anak banyak dicela, ia akan terbiasa menyalahkan
Jika anak banyak dimusuhi, ia akan terbiasa menantang
Jika anak dihantui ketakutan, ia akan terbiasa merasa cemas
Jika anak banyak dikasihani, ia akan terbiasa meratapi nasibnya
Jika anak dikelilingi olok-olok, ia akan terbiasa menjadi pemalu
Jika anak dikitari rasa iri, ia akan terbiasa merasa bersalah.
Jika anak serba dimengerti, ia akan terbiasa menjadi penyabar
Jika anak banyak diberi dorongan, ia akan terbiasa percaya diri
Jika anak banyak dipuji, ia akan terbiasa menghargai
Jika anak diterima oleh lingkungannya, ia akan terbiasa menyayangi
Jika anak diperlakukan dengan jujur, dia akan terbiasa melihat kebenaran
Jika anak ditimang tanpa berat sebelah, ia akan terbiasa melihat keadilan
Jika anak dikerumuni keramahan, ia akan terbiasa berpendirian:
“Sungguh Indah Dunia Ini!”

Selasa, 10 April 2012

Wayang Gabus, Media Pembelajaran Berbasis Lingkungan


Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Lingkungan Untuk Anak Usia Dini


WAYANG GABUS







Diajukan Untuk Mengikuti Lomba Pengembangan
Media Pembelajaran Berbasis Lingkungan
Untuk Anak Usia Dini
JAMBORE   PAUDNI TAHUN 2011
KABUPATEN SEMARANG

Oleh:
Nama         : Aziz Darmawi
Unit Kerja  : Kelompok Bermain Lestari Candirejo KECAMATAN TUNTANG
                      KABUPATEN SEMARANG

HALAMAN JUDUL

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SEMARANG
TAHUN 2011

KATA PENGANTAR

Dalam rangka menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi, program pendidikan harus mampu memberikan bekal kepada peserta didik untuk memiliki daya saing yang tinggi dan tangguh. Hal itu dapat terwujud jika peserta didik memiliki kreatifitas, kemandirian, kemampuan dasar dan mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan yang terjadi di berbagai bidang kehidupan masyarakat.
Hal tersebut dapat terwujud bila tenaga pendidik juga memiliki hal yang sama, maka diharapkan setiap pendidik selalu meningkatkan kreatifitasnya seiring dengan perkembangan zaman.
Penulis mengembangan sebuah media pembelajaran berbasis lingkungan untuk anak usia dini yang berjudul Wayang Gabus adalah sebagai salah satu upaya peningkatan kreatifitas pendidik dalam hal pengembangan media pembelajaran terutama bagi pendidik KB, yang kebetulan naskah/buku ini penulis gunakan untuk mengikuti kegiatan lomba Pengembangan media pembelajaran berbasis lingkungan untuk anak usia dini JAMBORE PAUDNI TAHUN 2011 di tingkat KABUPATEN SEMARANG
Penulis menyadari masih banyaknya kekurangan disana-sIni, semoga naskah yang sederhana ini dapat memberikan inspirasi bagi pendidik PAUD Non Formal untuk mengembangkan kreatifitasnya dalam Pengembangan media pembelajaran berbasis lingkungan di masa-masa mendatang.

Tuntang, 06 Mei 2011
Penulis


Aziz Darmawi

DAFTAR ISI









KEUNGGULAN DAN KEUNIKAN


Keunggulan dan keunikan Wayang Gabus ini adalah:
1.      Bahan yang mudah didapat, Wayang Gabus ini sebagai pemanfaatan barang bekas yang sudah tidak terpakai
a.       Wayangnya sendiri terbuat dari gabus bekas kemasan elektronik (televisi, almari es, magic com, tape recorder, dll)
b.      Pakaian yang dikenakan wayangnya terbuat dari potongan kain perca.
c.       Alat gerak wayangnya terbuat dari sedotan bekas minuman kemasan.
2.      Wayang Gabus ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang memuat semua bidang pengembangan yang ada di KB, yaitu meliputi:
-         Sikap perilaku
-         Bahasa
-         Kognitif
-         Fisik motorik
-         Seni
3.      Wayang Gabus ini juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang memuat berbagai tema yang ada di KB, yaitu:
-         Diri Sendiri
-         Lingkunganku
-         Kebutuhanku
-         Rekreasi
-         Pekerjaan
-         Tanah Airku



BAHAN DAN ALAT


Bahan :
-         Gabus bekas
-         Potongan kain perca
-         Isolasi bolak-balik (double tape)
-         Kawat
-         Pensil
-         Cat

Alat     :
-         Gunting
-         Pisau cutter
-         Kuas
-         Amplas/ampril
-         Alat bantu lainnya

CARA PEMBUATAN

1.     PEMBUATAN WAYANG

  1. Pilih gabus/styrofoam yang ukurannya sama dengan wayang (obyek) yang akan dibuat.

  

  1. Setelah bahan disiapkan, buat sketsa bentuk kepala, badan, tangan dan kaki wayang pada gabus dengan pensil.


  1. Dengan hati-hati gabus diukir dengan menggunakan pisau/cutter.





  1. Setelah gabus terbentuk sesuai yang diinginkan, dihaluskan permukaannya dengan amplas
 
















  1. Untuk memberikan hasil yang lebih baik, diberi pewarna dekoratif sesuai karakkter tokoh wayang yang dibuat.

  1. Lubangi dengan kawat tubuh bagian bawah sampai tembus kepala dan jadikan ujungnya sebagai penyangga kepalanya.
  2. Sambungkan tangan dan kaki pada tubuh.
  3. Sambungkan kepala dengan tubuh.

2.     PEMBUATAN KOSTUM

Kostum wayang dapat berupa kain/kertas, dibuat dan divariasi sesuai kebutuhan dan bahan yang ada. Jika bahan kain bisa dijahit, namun agar lebih singkat waktu penyelesaiannya bisa juga ditempelkan langsung pada tubuh wayang dengan  menggunakan double tape.
  1. Diukur ukuran tubuh wayang untuk membuat pola baju dan celana pada kain.
  2. Kain dipotong sesuai pola.
  3. Kain ditempelkan pada tubuh wayang.



WAYANG GABUS

BENTUK, FUNGSI DAN CARA MEMAINKAN


A.     BENTUK DAN FUNGSI SECARA UMUM                
Bentuk wayang gabus ini lebih mendekati bentuk boneka wayang orang versi Jawa Tengah yang dihadirkan dalam model kartun. Model boneka dapat lebih fleksibel dan mudah dalam menyampaikan pesan dari berbagai aspek. Pemilihan tokoh pada wayang diharapkan agar anak dapat mengenal budaya lokal khususnya wayang.
Fungsi secara umum adalah:
a.       Melatih daya tangkap
b.      Melatih daya fikir anak
c.       Melatih daya konsentrasi
d.      Membantu perkembangan fantasi anak
e.       Menciptakan suasana menyenangkan
f.        Mendeskripsikan pesan melalui cerita wayang
g.       Pengenalan, pelestarian wayang dan penanaman nilai-nilai sejak dini yaitu nilai hiburan, seni, pendidikan, ilmu pengetahuan, kejiwaan, patriotisme dan budi pekerti.

B.     CARA MEMAINKAN
Cara memainkan wayang gabus ini sama seperti cara memainkan Wayang Tengul versi Jawa Tengah, atau Wayang Menak versi Jawa Timur, atau Wayang Golek versi Jawa Barat.
1.      Wayang dapat dimainkan dalam suatu panggung mini atau tanpa panggung, dapat juga diperagakan langsung
2.      Untuk memainkan satu wayang, maka satu tangan (bisa kiri atau kanan) untuk memegang penyangga utama, tangan yang lain untuk memegang dan memainkan penyangga tangan wayang.
3.      Untuk memperkaya khazanah budaya dapat diputar musik gamelan sebagai latar belakang cerita.


FOTO WAYANG GABUS